Kamis, 22 Oktober 2020

Pondok Pester Al Fauzan Lumajang, Sambut Kedatangan Santrinya dari Pertukaran Pelajar di Amerika Serikat

pesteralfauzan.com - Lumajang. Salsabila Dia'atus Syafa'ah mendapatkan sambutan meriah dari para santri, Asatidz hingga pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang pada Kamis (22/10/2020) malam. Pasalnya, dia santri pertama yang lolos sebagai siswa pertukaran pelajar ke Amerika Serikat tahun pelajaran 2019/2020. 

Penyambuatan Kedatangan Santri Pertukaran Pelajar
dari Amerika Serikat

Kedatangannya disambut secara simbolis oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Al Fauzan, Dra. Hj. Nur Habibah, M.Ag di hadapan para santri dan Asatidz pada saat peringatan Hari Santri Nasional 2020 yang diselenggarakan di masjid Al-Mansur Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang. 

Beliau mengucapkan selamat dan berterima kasih karena telah membawa nama baik keluarga besar Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang dan menjadi salah satu wakil pelajar Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional..

"Alhamdulillah, selamat datang kembali Mbak Salsa setelah menempuh pendidikannya selama satu tahun di Amerika Serikat dan tentunya saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya karena telah membawa nama baik keluarga besar pondok pesantren ini, serta menjadi salah satu wakil pelajar dari Indonesia di Amerika Serikat". Sambut ketua Yayasan yang diiringi tepuk tangan dari para santri.

Saat menceritakan pengalamannya, Salsabila menyatakan bahwa dia tidak terlalu kesulitan dalam mengikuti pelajaran sekolahnya di Amerika Serikat meski ada perbedaan dari sistem pendidikan di Indonesia dan Amerika Serikat. Pasalnya, sebelum berangkat pertukaran pelajar dia sudah terbiasa dengan padatnya aktivitas mulai dari sekolah, mengaji dan kegiatan lain di Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang. 

"Alhamdulillah, di Amerika Serikat saya tidak terlalu kesulitan dalam mengikuti pelajaran karena sudah terbiasa dengan padatnya aktivitas saat masih di pondok meski ada perbedaan  dari segi sistem pendidikan seperti dalam hal pemilihan mata pelajaran, pemilihan kelas, dan lain sebagainya dan Alhamdulillah dari rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran, saya mendapatkan nilai A". Ungkapnya

Selain itu, dia juga menceritakan bahwa orang-orang di lingkungannya senang dan menghargai budaya yang dia bawa dari Indonesia.

"Terkait dengan budaya, mereka senang dan menghargai terhadap budaya yang saya bawa dari Indonesia seperti dari segi penampilan saya tetap menggunakan hijab dan menutup aurat, saya tetap bisa menjalankan syariat-syariat agama islam seperti sholat, puasa baik saat di rumah keluarga angkat maupun di sekolah". Imbuhnya

Mendengar cerita dari Salsabila, Ketua Yayasan sangat senang dan mengapresiasi, karena dia bisa membuktikan langsung kepada orang-orang Amerika Serikat bahwa agama islam adalah Rahmatan Lil 'Alamiin .

"Alhamdulillah, ini yang kita harapkan. Meski Mbak Salsa sekolah di luar negeri, dia tetap bisa menerapkan kehidupan sehari-harinya dengan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai orang islam dan dia bisa mengenalkan bahwa agama islam itu agama yang  ramah, agama yang rahmatan Lil 'Alamiin." Tambah Ketua Yayasan sebelum menutup sambutannya.

Sebelum dinyatakan lolos dan berangkat, Salsabila masih harus melewati beberapa tahapan seleksi, yang diawali pada seleksi berkas kemudian seleksi wawancara, tes psikolog dan dinamika kelompok yang diikuti oleh 54 peserta pada chapter Surabaya pada 20 Mei 2018. Kemudian dilanjutkan pada seleksi Nasional tanggal 17-19 November 2018. Tidak hanya sampai disitu, setelah dinyatakan lulus seleksi Nasional, masih dilakukan seleksi pemberkasan tingkat Internasional yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat yang kemudian ditetapkannya menjadi 80 peserta dari Indonesia.