Sabtu, 15 Agustus 2020

Keren!!! di Pester Al Fauzan Lumajang Pemilihan Ketua OSIS Gunakan Sistem E-Voting

Pemilihan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau yang lebih dikenal dengan sebutan OSIM untuk madrasah merupakan agenda tahunan yang digelar oleh sekolah. OSIM bisa dibilang sebagai wadah pertama bagi siswa untuk mengorganisir anggota dan wadah kreatif siswa. Proses Pemilihan Umum (Pemilu) juga bagian dari politik dan demokrasi. Lazimnya, proses Pemilu di Indonesia maupun pemilihan OSIM di sekolah/madrasah, pemilih menggunakan hak pilihnya melalui proses pencoblosan kertas suara di bilik, memasukkan kertas suara ke dalam kotak suara hingga mencelupkan jari ke tinta biru.

Foto : Siswa melakukan E-Voting

Namun, tidak dengan MTs dan MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang. Sekolah yang berdomisili di bawah naungan Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang yang mewajibkan semua santri mukim/mondok di pesantren, tidak lagi menerapkan sistem pemilihan manual. Hal itu terlihat saat pemilihan OSIM pada Sabtu (15/08/2020). Tidak ada lagi kertas dan paku di bilik suara, yang ada hanya laptop di balik bilik.

Meski baru dilaksanakan untuk pertama kalinya dengan sistem E-Voting, pemilihan OSIM di MTs dan MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang lancar dan sesuai dengan target yang sudah direncakan.

"Alhamdulillah, pemilihan ketua dan wakil OSIM dengan sistem E-Voting tahun ini meski baru pertama kalinya, lancar dan sesuai dengan target, terima kasih atas kerja sama dari para santri yang menjadi panitia penyelenggara". Tutur Ustad Syaifuji selaku penggagas E-Voting di Pester Al Fauzan.

Praktik Pemilu OSIM dengan sistem digital ini, awalnya muncul dari keresahan dari panitia penyelenggara pemilu yang terdiri dari pembina dan anggota OSIM. Mereka resah dengan sistem pemilihan manual pencoblosan dengan kertas suara dan paku, memakan banyak waktu, tenaga dan biaya. Dengan sistem pemilu E-Voting, hasil suara bisa terpantau secara Real-time sehingga diakhir waktu pemilihan pemenangnya sudah bisa diketahui.

Sementara itu, kepala MTs Pesantren Terpadu Al Fauzan sangat mendukung pemberlakuan sistem digital pada pemilihan OSIM di sekolahnya. Hal tersebut agar para santri sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi digital pada kehidupan nyata. Beliau meyakini bahwa pada saatnya seiring dengan perkembangan teknologi, para santri akan banyak menemui sistem-sistem digital dalam kehidupannya termasuk diantaranya pemilu.

"Tentunya kita mau, para santri sudah mulai terbiasa dengan sistem digital karena ke depan perkembangan teknologi akan semakin cepat. Dengan begitu mereka para santri sudah terbiasa disini dalam penggunaan teknologi digital." Tuturnya, Ustdzah Naning Maryana, S.Pd.

Untuk menjalankan sistem digital seperti saat pemilihan OSIM kali ini, tentunya harus ditopang dengan fasilitas sekolah yang lengkap, diantaranya jaringan internet (Wi-Fi), laptop. 

"Alhamdulillah, kita sudah memiliki fasilitas yang lengkap untuk menerapkan sistem digital seperti E-voting". Tambahnya, Kepala MA Dr. Ny. Hj. Nur Ifadah, MA

Beliau menambahkan, sebelum menggunakan sistem E-Voting, disini para santri sudah terbiasa dengan sistem digital, diantaranya ujian semester dan kenaikan kelas dengan sistem CBT, pembelajaran dengan sistem E-Learning dan lain sebagainya.