Kamis, 27 Agustus 2020

MA Pester Al Fauzan Lumajang Resmi Ditetapkan Sebagai MA Plus Keterampilan oleh Kemenag RI

pesteralfauzan.com. Lumajang - MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang ditetapkan sebagai MA Plus Keterampilan oleh Kemenag Republik Indonesia. Penetapan ini berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam tentang penetapan MA Plus Keterampilan Tahun 2020 nomor 2851 tahun 2020. Berdasarkan SK Dirjen tersebut, MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang ditetapkan sebagai MA Plus Keterampilan pada program keahlian Teknik Pengelasan dan Tata Busana. 
Penyerahan SK MA Plus Keterampilan
oleh Kepala Kemenag Lumajang

Tepat pada Kamis (27/08/2020), SK Dirjen Pendidikan Islam yang tertanggal 20 Mei 2020 tersebut diterima oleh Kepala MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang, Dr. Ny. Hj. Nur Ifadah, MA yang diserahkan langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang Drs. H. Mochammad Fahrurrozi, M.H.I.
Dalam kunjungannya, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang menyampaikan turut bahagia dan mengapresiasi atas program keterampilan di MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang.
"Ini saya lihat saya rasakan merupakan pesantren entrepreuner, jadi madrasah entrepreneur tidak saja mengajarkan teori tetapi sekaligus juga berbuah dengan hasil karya. Jadi tidak ada lagi kekhawatiran kepada orang tua, untuk menitipkan putra-putrinya di pondok pesantren ini, tidak hanya dapat dua kali, tapi dapat berlipat-lipat, mereka tampil menjadi sosok pribadi yang lengkap lahir dan bathin dunia dan akhirat". Ungkap kepala Kemenag saat mengunjungi bengkel pengelasan.

Selain itu, beliau mengapresiasi kepada alumnus MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang yang telah sukses menjadi pengusaha, entrepreneur yang telah berbaur dengan masyarakat.

"Begitu juga informasi yang telah saya buktikan, bahwa alumni Madrasah Aliyah Pesantren Terpadu Al Fauzan ini, telah mencetak kader-kader yang luar biasa di luar sana, mereka berbaur dengan masyarakat menjadi pengusaha, entrepreneur, menjadi pelaku-pelaku ekonomi yang tangguh. Sehingga tentunya selama berada di madrasah (red : Pester Al Fauzan) telah memberikan yang terbaik". Pungkasnya.
Kunjungan di ruang Tata Busana

Di lain tempat, kepala Kemenag Kabupaten Lumajang juga mengapresiasi kepada para santri yang mengikuti program keterampilan Tata Busana. Beliau menyatakan bahwa hasil karya santri program keterampilan Tata Busana layak untuk ditawarkan di dunia fashion.

"Saya melihat hasil karya mereka luar biasa, tidak kalah dengan desainer handal di luar sana, dengan kebanggaan dan keterampilan yang dimiliki mereka siap untuk bersama-sama menjawab tantangan masa depan, mereka siap dengan keahlian yang luar biasa, ini luar biasa, saya menyatakan ini sangat-sangat salut dan luar biasa bagus, layak untuk ditawarkan di dunia fashion". Ungkap beliau saat berkunjung ke tempat keterampilan Tata Busana.

Di sisi lain, Kepala MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang Dr. Ny. Hj. Nur Ifadah, MA berharap dengan ditetapkannya sebagai MA Plus Keterampilan, para santri akan mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. 

"Alhamdulillah, dengan ditetapkannya MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang sebagai MA Plus Keterampilan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, kami berharap para santri akan mampu bersaing di era revolusi industri 4.0, pasalnya mereka para santri tidak hanya berbekal ilmu pengetahuan saja, tetapi mereka lulus dari sini sudah memiliki keterampilan sesuai bidangnya masing-masing". Ungkapnya.



 


Sabtu, 15 Agustus 2020

Keren!!! di Pester Al Fauzan Lumajang Pemilihan Ketua OSIS Gunakan Sistem E-Voting

Pemilihan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau yang lebih dikenal dengan sebutan OSIM untuk madrasah merupakan agenda tahunan yang digelar oleh sekolah. OSIM bisa dibilang sebagai wadah pertama bagi siswa untuk mengorganisir anggota dan wadah kreatif siswa. Proses Pemilihan Umum (Pemilu) juga bagian dari politik dan demokrasi. Lazimnya, proses Pemilu di Indonesia maupun pemilihan OSIM di sekolah/madrasah, pemilih menggunakan hak pilihnya melalui proses pencoblosan kertas suara di bilik, memasukkan kertas suara ke dalam kotak suara hingga mencelupkan jari ke tinta biru.

Foto : Siswa melakukan E-Voting

Namun, tidak dengan MTs dan MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang. Sekolah yang berdomisili di bawah naungan Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang yang mewajibkan semua santri mukim/mondok di pesantren, tidak lagi menerapkan sistem pemilihan manual. Hal itu terlihat saat pemilihan OSIM pada Sabtu (15/08/2020). Tidak ada lagi kertas dan paku di bilik suara, yang ada hanya laptop di balik bilik.

Meski baru dilaksanakan untuk pertama kalinya dengan sistem E-Voting, pemilihan OSIM di MTs dan MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang lancar dan sesuai dengan target yang sudah direncakan.

"Alhamdulillah, pemilihan ketua dan wakil OSIM dengan sistem E-Voting tahun ini meski baru pertama kalinya, lancar dan sesuai dengan target, terima kasih atas kerja sama dari para santri yang menjadi panitia penyelenggara". Tutur Ustad Syaifuji selaku penggagas E-Voting di Pester Al Fauzan.

Praktik Pemilu OSIM dengan sistem digital ini, awalnya muncul dari keresahan dari panitia penyelenggara pemilu yang terdiri dari pembina dan anggota OSIM. Mereka resah dengan sistem pemilihan manual pencoblosan dengan kertas suara dan paku, memakan banyak waktu, tenaga dan biaya. Dengan sistem pemilu E-Voting, hasil suara bisa terpantau secara Real-time sehingga diakhir waktu pemilihan pemenangnya sudah bisa diketahui.

Sementara itu, kepala MTs Pesantren Terpadu Al Fauzan sangat mendukung pemberlakuan sistem digital pada pemilihan OSIM di sekolahnya. Hal tersebut agar para santri sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi digital pada kehidupan nyata. Beliau meyakini bahwa pada saatnya seiring dengan perkembangan teknologi, para santri akan banyak menemui sistem-sistem digital dalam kehidupannya termasuk diantaranya pemilu.

"Tentunya kita mau, para santri sudah mulai terbiasa dengan sistem digital karena ke depan perkembangan teknologi akan semakin cepat. Dengan begitu mereka para santri sudah terbiasa disini dalam penggunaan teknologi digital." Tuturnya, Ustdzah Naning Maryana, S.Pd.

Untuk menjalankan sistem digital seperti saat pemilihan OSIM kali ini, tentunya harus ditopang dengan fasilitas sekolah yang lengkap, diantaranya jaringan internet (Wi-Fi), laptop. 

"Alhamdulillah, kita sudah memiliki fasilitas yang lengkap untuk menerapkan sistem digital seperti E-voting". Tambahnya, Kepala MA Dr. Ny. Hj. Nur Ifadah, MA

Beliau menambahkan, sebelum menggunakan sistem E-Voting, disini para santri sudah terbiasa dengan sistem digital, diantaranya ujian semester dan kenaikan kelas dengan sistem CBT, pembelajaran dengan sistem E-Learning dan lain sebagainya.