Minggu, 28 Januari 2018

Alhamdulillah, sanad keilmuan Pengasuh Ponpes Terpadu Al Fauzan (KH. Imron Zamzami, SH) tersambung hingga Rasulullah saw

Penyerahan musalsal sanad secara simbolis
oleh KH. Taufiqul Hakim
Betapa pentingnya sanad keilmuan sebagaimana yang disampaikan oleh Pengarang Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim, "ibaratkan kita membeli kabel di toko yang kemudian disambungkan secara legal ke PLN dan pada akhirnya akan ada penerangan. Begitu juga sebaliknya, jika kabel itu tidak disambungkan secara legal, maka yang akan terjadi adalah konsleting listrik yang tentunya bisa membahayakan baik bagi dirinya maupun orang lain di sekitarnya. Begitulah gambaran mengaji ke guru dan tanpa guru atau yang sekarang dikenal dengan istilah ngaji ke mbah Google". Bahkan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata "tidak akan dapat ilmu yang bermanfaat seseorang diantara kalian, salah satunya adalah adanya guru pembimbing"Maka dari itu, musalsal sanad guru sangat penting untuk diketahui sepak terjangnya mengingat perkembangan teknologi yang semakin cepat sehingga siapapun bisa menjadi guru/ustadz yang cepat dikenal karena memanfaatkan perkembangan teknologi dan tidak bisa dipungkiri jika sumber belajarnya melalui Youtube, Google dan media masa lainnya.
Sanad keilmuan KH Imron Zamzami, SH
Alhamdulillah, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruk Lor Lumajang Jawa Timur, KH. Imron Zamzami, SH tepatnya 30 Oktober 2017 silam mendapatkan musalsal sanad secara simbolis yang tersambung hingga Rasulullah saw dari salah satu guru beliau, KH. Taufiqul Hakim Bangsri Jepara Jawa Tengah. Pada musalsal sanad tersebut, tersambung ke KH. Sahal Mahfudz (Rais 'Am PBNU 1999-2014) sambung lagi ke Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani Al-Makki hingga tersambung ke Ibnu Umar ra pada guru ke-27 dan ke Rasulullah saw. Dari jalur thoriqoh, beliau di baiat langsung oleh KH. Salman Dahlawi Popongan Klaten Jawa Tengah pada thoriqoh An-Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah. Pada salah satu thoriqoh yang terhimpun pada Jam'iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah atau yang dikenal dengan JATMAN (salah satu Banom NU yang dipimpin Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya) tersebut, tersambung ke Syekh Manshur Solo hingga Syekh Bahauddin An-Naqsyabandiy pada jalur ke-21 dan Sayyidina Abi Bakar As-Shiddiq pada jalur ke-35 dan sambung ke Rasullah saw.
Sanad Keilmuan KH Imron Zamzami, SH
Selain dari jalur KH. Taufiqul Hakim dan KH. Salman Dahlawi, pengasuh kelahiran 28 Juni 1982 tersebut, juga masih ada 14 guru/kiai lagi yang juga tidak diragukan keilmuan dan sepak terjangnya, diantaranya KH. Yasin Asymuni (Petuk, Semen, Kediri Jatim) yang saat ini sebagai tim ahli lajnah Bahtsul Masail PBNU pusat periode 2015-2020, KH. Manshur Umar (Labruk Lor, Lumajang, Jawa Timur), KH. Tamim Romly, KH. Dimyati Romly, KH. As'ad Umar, KH. Hanan Maksum, KH. Kholil Dahlan dari Rejoso Jombang Jawa Timur. Dari Jawa Tengah, ada KH. Multazam Al-Makki (Popongan Klaten Jawa Tengah), selain itu dari Benda Bumiayu Brebes Jawa Tengah diantaranya KH. Ali Asari, KH. Masruri Abdul Mughni, KH. Shodiq Suhaemi, KH. Labib Shodiq Suhaemi, KH. Abu Nur Jazuli Amaith dan Kiai Tohar Hamid dari Dukuhlo Bulukamba Brebes Jawa Tengah.
Itulah jalur sanad keilmuan Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruk Lor Lumajang Jawa Timur, selain jalur yang tertulis tersebut, tentunya masih ada guru-guru lainnya yang juga berjasa untuk mendidik beliau yang tidak ada maksud sama sekali untuk menafikan kontribusi beliau dengan tidak dicantumkan namanya namun tak lupa selalu ada dalam doanya.

Semoga kita selalu mendapat kemanfaatan dan keberkahan ilmu dari beliau. Amiin