Rabu, 31 Januari 2018

Peringati Harlah NU ke-92, Ponpes Terpadu Al Fauzan Adakan Khatmil Quran dan Doa Bersama

Khotmil Quran santri putri
Sudah sangat lazim ketika Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang melaksanakan amaliyah an-nahdliyah karena pondok pesantren yang berdiri tahun 2007 ini berbasiskan lembaga Nahdlatul Ulama. Hal itu salah satunya dibuktikan dengan terdatanya profil pondok pesantren ini di data RMI (Rabithah Ma'ahid Ismaliyah) pusat yang merupakan salah satu lembaga di bawah naungan NU yang mengurusi pondok pesantren. Selain itu, pondok pesantren ini selalu melaksanakan amaliyah sehari-hari yang sebagaimana dilaksanakan Nahdliyin, diantaranya Maulid Nabi Muhammad Saw, tahlil, ziarah kubur, dan lain sebagainya. Pada hari santri nasional, pondok pesantren yang dipimpin oleh KH Imron Zamzami, SH ini, selalu mengadakan acara ke-NU-an, seperti cerdas cermat NU, seminar kebangsaan dan lain sebagainya.
Khotmil Quran santri putra
Maka dari itu, tentunya kami juga bangga dan patut bersyukur pada hari lahir NU yang saat ini sudah berusia 92 tahun menurut kalender Masehi dengan melaksanakan kegiatan khotmil Quran dan doa bersama sebagaimana yang diperintah oleh Pengasuh, Dr. Nyai Nur Ifadah, SH.,MA. "Hari ini Harlah NU ke-92, nanti ba'da maghrib semua santri dan asatidz adakan kegiatan khotmil Quran dan doa bersama", tutur pengasuh yang menerima gelar doktor dari UIN Malang tersebut. 
Kegiatan tersebut dimulai setelah sholat maghrib berjamaah dan selesai menjelang adzan isya berkumandang di masjid pondok pesantren yang diikuti oleh semua santri dan asatidz.

Selasa, 30 Januari 2018

Mengembangkan Pesantren Sehat Melalui Donor Darah

Donor darah dari Wali Santri

Donor darah bukan hanya bermanfaat bagi resipien (resepien) saja, melainkan juga bermanfaat bagi pendonornya diantaranya melindungi jantung, menurunkan resiko kanker, pembaharuan sel-sel darah secara rutin dan lain sebagainya. Pada hari Ahad, 28 Januari 2018 Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang kembali menggelar kegiatan donor darah gratis untuk yang kedua kalinya. Kegiatan yang dimulai pukul 8 pagi tersebut, tidak hanya diikuti oleh santri dan dewan asatidz pesantren saja, melainkan juga diikuti oleh wali santri, alumni dan para simpatisan karena bertepatan dengan pengajian Ahad Pon yang diselenggarakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan, KH. Imron Zamzami, SH. Jadi, pada hari itu merupakan ajang untuk membersihkan jasmani dengan donor darah dan juga membersihkan rohani (jiwa), pasalnya pada pengajian rutinan tersebut diisi dengan kegiatan sholat dhuha, sholat hajat, sholat tasbih, pengajian kitab tauhid, dzikkir bersama dan ditutup dengan sholat dzhuhur berjamaah.
Pada kegiatan yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Lumajang tersebut, berhasil mengumpulkan 50 kantong darah lebih yang terdiri dari semua jenis golongan darah, A, B, AB dan O sebagaimana yang diungkapkan oleh panitia kegiatan setelah acara selesai. Bagi santri yang belum memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya, mereka memanfaatkan kegiatan ini untuk mengetahui golongan darah mereka. 





Minggu, 28 Januari 2018

Alhamdulillah, sanad keilmuan Pengasuh Ponpes Terpadu Al Fauzan (KH. Imron Zamzami, SH) tersambung hingga Rasulullah saw

Penyerahan musalsal sanad secara simbolis
oleh KH. Taufiqul Hakim
Betapa pentingnya sanad keilmuan sebagaimana yang disampaikan oleh Pengarang Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim, "ibaratkan kita membeli kabel di toko yang kemudian disambungkan secara legal ke PLN dan pada akhirnya akan ada penerangan. Begitu juga sebaliknya, jika kabel itu tidak disambungkan secara legal, maka yang akan terjadi adalah konsleting listrik yang tentunya bisa membahayakan baik bagi dirinya maupun orang lain di sekitarnya. Begitulah gambaran mengaji ke guru dan tanpa guru atau yang sekarang dikenal dengan istilah ngaji ke mbah Google". Bahkan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata "tidak akan dapat ilmu yang bermanfaat seseorang diantara kalian, salah satunya adalah adanya guru pembimbing"Maka dari itu, musalsal sanad guru sangat penting untuk diketahui sepak terjangnya mengingat perkembangan teknologi yang semakin cepat sehingga siapapun bisa menjadi guru/ustadz yang cepat dikenal karena memanfaatkan perkembangan teknologi dan tidak bisa dipungkiri jika sumber belajarnya melalui Youtube, Google dan media masa lainnya.
Sanad keilmuan KH Imron Zamzami, SH
Alhamdulillah, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruk Lor Lumajang Jawa Timur, KH. Imron Zamzami, SH tepatnya 30 Oktober 2017 silam mendapatkan musalsal sanad secara simbolis yang tersambung hingga Rasulullah saw dari salah satu guru beliau, KH. Taufiqul Hakim Bangsri Jepara Jawa Tengah. Pada musalsal sanad tersebut, tersambung ke KH. Sahal Mahfudz (Rais 'Am PBNU 1999-2014) sambung lagi ke Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani Al-Makki hingga tersambung ke Ibnu Umar ra pada guru ke-27 dan ke Rasulullah saw. Dari jalur thoriqoh, beliau di baiat langsung oleh KH. Salman Dahlawi Popongan Klaten Jawa Tengah pada thoriqoh An-Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah. Pada salah satu thoriqoh yang terhimpun pada Jam'iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah atau yang dikenal dengan JATMAN (salah satu Banom NU yang dipimpin Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya) tersebut, tersambung ke Syekh Manshur Solo hingga Syekh Bahauddin An-Naqsyabandiy pada jalur ke-21 dan Sayyidina Abi Bakar As-Shiddiq pada jalur ke-35 dan sambung ke Rasullah saw.
Sanad Keilmuan KH Imron Zamzami, SH
Selain dari jalur KH. Taufiqul Hakim dan KH. Salman Dahlawi, pengasuh kelahiran 28 Juni 1982 tersebut, juga masih ada 14 guru/kiai lagi yang juga tidak diragukan keilmuan dan sepak terjangnya, diantaranya KH. Yasin Asymuni (Petuk, Semen, Kediri Jatim) yang saat ini sebagai tim ahli lajnah Bahtsul Masail PBNU pusat periode 2015-2020, KH. Manshur Umar (Labruk Lor, Lumajang, Jawa Timur), KH. Tamim Romly, KH. Dimyati Romly, KH. As'ad Umar, KH. Hanan Maksum, KH. Kholil Dahlan dari Rejoso Jombang Jawa Timur. Dari Jawa Tengah, ada KH. Multazam Al-Makki (Popongan Klaten Jawa Tengah), selain itu dari Benda Bumiayu Brebes Jawa Tengah diantaranya KH. Ali Asari, KH. Masruri Abdul Mughni, KH. Shodiq Suhaemi, KH. Labib Shodiq Suhaemi, KH. Abu Nur Jazuli Amaith dan Kiai Tohar Hamid dari Dukuhlo Bulukamba Brebes Jawa Tengah.
Itulah jalur sanad keilmuan Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruk Lor Lumajang Jawa Timur, selain jalur yang tertulis tersebut, tentunya masih ada guru-guru lainnya yang juga berjasa untuk mendidik beliau yang tidak ada maksud sama sekali untuk menafikan kontribusi beliau dengan tidak dicantumkan namanya namun tak lupa selalu ada dalam doanya.

Semoga kita selalu mendapat kemanfaatan dan keberkahan ilmu dari beliau. Amiin






Jumat, 12 Januari 2018

Kunjungan Pejabat Kemenag Provinsi Jatim : Pondok Ini Bersih, Asri, Nyaman

Suasana Kunjungan
Sebagian khalayak umum dari pelbagai lapisan mulai dari masyarakat umum, pejabat pemerintahan mulai tingkat daerah hingga pusat (nasional) sudah mengetahui dengan keberadaan Pondok Pesantren yang berdiri pada 2007 silam yang berdomisili di desa Labruk Lor kecamatan Lumajang. Kali ini, pejabat dari perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan kerjanya yang diwakili oleh staff pejabat bagian Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ibu Siti Sundari Diana dan Ibu Hj. Popong). Pada kunjungan 12 Januari 2018, juga didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Bpk. H. Sholihul Kirom, MM. 
Mengecek kamar mandi putra
Mengecek Poskestren
Kunjungan sore ini, beliau mengecek kebersihan kamar mandi putra dan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). "Alhamdulillah, senang kalau pondoknya bersih seperti ini, lingkungannya nyaman, asri, tidak bising dengan suara kendaraan". Ucap Ibu Siti Sundari sebagaimana yang dikutip dari keterangan Ustad yang mendampingi kunjungan tersebut. Selain itu setelah keluar dari Poskestren, beliau juga mengungkapkan bahwa ikut senang karena melihat perkembangan Pesantren khususnya di sarana prasarana setelah melihat banyaknya tumpukan material di halaman pesantren yang disiapkan untuk membangun lantai dua gedung sekolah. Alhamdulillah.
Sowan ke Pengasuh
Sebelum turun ke lapangan dan pulang, beliau juga masih bersilaturrahim ke Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan, KH. Imron Zamzami, SH. Pengasuh yang masih berusia 35 tahun tersebut, juga menjelaskan tentang perkembangan Pesantren pada beberapa tahun terakhir dan rencana perkembangan ke depan.