Rabu, 21 September 2016

Alhamdulillah, doktor ke-100 UIN Malang dianugerahkan kepada Pengasuh Pester Al Fauzan Lumajang

Alhamdulillah, pada hari Selasa, 20 September 2016 adalah hari yang bersejarah bagi keluarga besar Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang khususnya kepada Bu Nyai Dr. Nur Ifadah yang tepat pada pukul 15.35 WIB ditetapkan sebagai doktor ke-100 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang setelah menyelesaikan ujian terbuka. Pada sidang ujian terbuka yang dihelat di gedung auditorium Lt. 4 kampus Pascasarja UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dihadiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat biasa, santri, mahasiswa, dosen, pengelola pendidikan Islam (Pesantren dan Madrasah) dari Lumajang, Probolinggo, Malang, para kyai, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lumajang, Pengawas Madrasah Kemenag Lumajang dan ditetapkan sebagai audiens terbanyak sepanjang pergelaran ujian terbuka di UIN Malang, sebagaimana yang dikemukakan oleh salah satu penguji, Ibu Dr. Hj. Sutiah, M.Pd.
Pada sidang ujian kali ini, dipimpin oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sekaligus sebagai promotor dan penguji, dengan penguji yaitu Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA (penguji utama), Prof. Dr. H. Mulyadi, M.Pd.I (penguji), Dr. Hj. Sutiah, M.Pd (Penguji), Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si (Ketua/Promotor/Penguji), Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I (Asisten ketua/penguji), Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si (Co-Promotor/Penguji), H.M. Mujab, MA, Pd.D (Co-Promotor/Penguji),  yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 15.30 WIB. Pertanyaan demi pertanyaan oleh tujuh penguji, mampu dijawab dengan sempurna dan lihai oleh Promovendus (Nur Ifadah) sehingga tak ayal jika dinyatakan lulus dengan nilai disertasi A dengan predikat kelulusan sangat memuaskan.
Penelitian dengan judul disertasi "Manajemen Pembelajaran Berbasis Nilai Kepemimpinan Spiritual di Pondok Pesantren Darul Falah Jepara, Jawa Tengah dan Pondok Pesantren Hidayatut Thullab Kediri, Jawa Timur" menghasilkan hasil temuan teoritik, terumuskannya: pertama, konsep nilai kepemimpinan ruhiyah adalah nilai yang diderivasi dari nilai kudus (iman, islam dan ihsan) dan nilai kemanusiaan (kenabian: sidiq, amanah, tablig, fatanah), yaitu: tawakal, ikhlas, jujur dan barakah;  kedua, model strategi pembelajaran TIT (Transformasi, Internalisasi, Transspiritualisasi); ketiga, model kepemimpinan ruhiyah, yang mengembangkan penelitian Tobroni tentang Spiritual Leadership. Perbedaannya: (a) nilai kepemimpinannya diderivasi dari nilai kudus dan kemanusiaan, (b) fungsi utama kepemimpinnnya menghidupkan, memberkahi, melindungi, kekuatan, eksistensi, (c) peran utama pemimpin sebagai ruh, (d), prinsip kepemimpinannya tauhid dan barakah; keempat, pendidikan nilai kepemimpinan ruhiyah (Ruhiyah Leadership Values Education/ RuLVE). Temuan formalnya adalah Manajemen pembelajaran berbasis nilai kepemimpinan ruhiyah (Ruhiyah Leadership Values-Based Learning Management/ RuLV-BLM).
Tangisan haru dan decak kagum disertai banjiran ucapan selamat dari para audiens mewarnai penutupan sidang ujian kali ini pasca diumumkannya hasil sidang ujian oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. selaku ketua sidang/promotor/ penguji.

Selamat dan Sukses..
Semoga Barokah.

Senin, 05 September 2016

Alhamdulillah, Prestasi KKI Pester Al Fauzan yang Tak Pernah Pudar

Atlit Karate KKI Pester Al Fauzan Pasca Kejuaraan
Alhamdulillah, lagi-lagi Atlit Karate Pester Al Fauzan mencatatkan namanya sebagai sang juara pada kejuaraan BKC Open Karate Championship Baladibya Cup I 2016. Kejuaraan yang dihelat pertama kalinya tersebut berlangsung pada Minggu 4 September 2016 di GOR Wira bhakti Lumajang tingkat Provinsi Jawa Timur yang diikuti oleh atlit-atlit karate dari berbagai kota di Jawa Timur.
Pada kejuaraan kali ini, KKI Pester Al Fauzan mendelegasikan lima atlitnya dan Alhamdulillah, tiga atlit berhasil mendapatkan juara yakni oleh M. Fathur Rozak (Juara 2), Izza Fara Yasfin S. (Juara 3) dan M. Zulfikar Fikri (Juara 3). Dua atlit lainnya, M. Zainur Rohman dan Yauma Dwi Utomo, masih belum beruntung pada kejuaraan kali ini.
Para Juara, M. Zulfikar Fikri, Izza Farra YS dan M. Fathur Rozak
"Kedisiplinan tinggi dibawah asuhan Simpek Toni beserta istri (Wasriyah) yang selalu memotivasi para atlit untuk terus bersemangat dan tak putus asa, telah mampu mempertahankan tradisi juara pada setiap kejuaraan karate yang pernah kita diikuti, baik mulai tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan sampai tingkat Nasional-pun kita pernah juara". Ungkap koordinator lomba Pester Al Fauzan, Achmad Syaifuji. "Alhamdulillah, kami atas nama Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan para atlit yang telah menambahkan pundi-pundi juara kali ini, semoga bisa berjaya kembali pada kejuaraan Koni Cup 2016 sabtu depan, Amin", lanjutnya.