Rabu, 08 Oktober 2014

Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan menggelar Sholat Gerhana Bulan

Tampak Jam'ah sedang melaksanakan sholat Gerhana Bulan
Fenomena "Gerhana Bulan Darah" atau yang identik dengan sebutan "Blood Moon". Ya, itulah yang terjadi pada gerhana bulan tahun ini 08 Oktober 2014. Pada kesempatan itu para santriwan santriwati beserta pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan melaksanakan Sholat Gerhana di masjid tepatnya pada pukul 19.14 WIB selepas sholat 'Isya. Dalam sholat yang diimami oleh KH Abdul Hanan yang sekaligus sebagai khotib mengajak para jama'ah agar senantia bertaqwa, bersyukur atas nikmat-Nya, memperbanyak istighfar, berdzikir sebagaimana yang sudah diperintahkan Nabi SAW dalam haditsnya: 



إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوْا هُمَا فَادْعُوْا اللهَ وَصَلُّوا حَتَّى تَنْكَشِفَ

Artinya: "sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat (tanda) diantara tanda-tanda Allah, tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena hidup (lahirnya) seseorang apabila kalian melihat gerhana matahari dan bulan maka berdo'alah kepada Allah dan sholatlah sehingga tersingkap kembali"

Para Jama'ah antusias dalam mendengarkan khutbah
Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad saw menunjukkan kepada kita, bahwasannya gerhana bukanlah hanya sebagai fenomena alam biasa melainkan fenomena yang sudah Allah kehendaki sebagai salah satu kebesaran-Nya. 
Gerhana bulan kali ini benar-benar sangat spesial dan jarang terjadi. Konon, orang Yahudi meyakini dalam setiap kejadian fenomena Blood Moon akan terjadi fenomena besar dan selalu terjadi insiden pertumpahan darah. Sebagaimana yang terjadi pada tahun ini seperti perang Israel dengan Hamas, krisis Ukraina, gerakan ISIS. Apapun yang terjadi, akan lebih baik kalau kita menyikapinya dengan untuk bertawakkal kepada Allah disertai dengan dzikir, istighfar dan meningkatkan ketaqwaan kepada-Nya.