Rabu, 07 Oktober 2020

Kepala MA Pester Al Fauzan Terpilih Menjadi Fasilitator E-RKAM di Tingkat Provinsi Jawa Timur

Lampiran SK TIP e-RKAM
Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah mengumumkan hasil seleksi tahap akhir Tim Inti Bimbingan Teknis (BIMTEK) penerapan sistem rencana kerja anggaran madrasah berbasis elektronik (e-RKAM) pada 27 Agustus 2020. Dalam surat tersebut, Ibu Nyai Dr. Hj. Nur Ifadah, MA (Kepala MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang) terpilih melalui proses seleksi pada Tim Inti Provinsi Jawa Timur.

"Alhamdulillah, lolos tahap akhir dan sudah ditetapkan sebagai Tim Inti Provinsi pada SK Dirjen Kemenag RI. Terima doanya para dewan guru Pester Al Fauzan dan para santri semua". Tutur beliau kepada tim media Pester Al Fauzan.

Pasca pendaftaran yang dibuka secara umum dan transparan, seleksi fasilitator inti e-RKAM melalui tiga tahapan seleksi yang dilakukan secara daring yakni seleksi berkas, tes CBT dan seleksi finalisasi berkas.

"Dari pendaftar yang diikuti oleh para guru, Kepala Madrasah, Pengawas, Tim Widyaiswara dari daerah provinsi Jawa Timur yang diumumkan pada 23 Juni 2020. Alhamdulillah saya menempati peringkat 2 dari 177 pendaftar pada Tim Inti Provinsi Jawa Timur." Tambah Kepala Madrasah yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang tersebut.

Selanjutnya, para peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan daring dan luring. 

Minggu, 27 September 2020

Karya Inovatif : Kepala MA Pester Al Fauzan Terpilih Sebagai Finalis Lomba Cipta Mars K-SARBUMUSI Tingkat Nasional

Dalam rangka merayakan HUT SARBUMUSI (Sarikat Buruh Muslimin Indonesia) ke-65, badan otonom dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, menyelenggarakan lomba cipta Mars K-SARBUMUSI. Diantara peserta lomba yang diadakan secara nasional tersebut, diikuti oleh kepala MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang, Dr. Ny. Hj. Nur Ifadah. MA bersama dengan Ustadzah Dzaqi Hijrotin, S.Pd. Tidak tanggung-tanggung, juri pada lomba tersebut dilakukan oleh musisi papan atas nasional yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya, yakni Erros Djarot, Bimbim Slank, Trie Utami, Ngatawi el Sastrouw dan KH. Robikin Emhas. 

Pada lomba yang diselenggarakan secara online tersebut, kepala MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang berhasil masuk sebagai nominasi 11 terbaik. Ucapan terima kasih 

"Alhamdulillah, kami sebagai salah satu peserta yang masuk pada 11 nominasi terbaik mengucapkan terima kasih kepada para dewan juri dan para pihak yang telah membantu. Ini merupakan karya perdana kami yang kami ikutkan pada sebuah kompetisi dan semoga dengan penghargaan 11 besar ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, dan selanjutnya selamat kepada para pemenang semoga karya-karya yang dihasilkan bermanfaat dan barokah". Tutur beliau melalui akun Youtube beliau Al NuZaHa HaiQi.

 

Kamis, 27 Agustus 2020

MA Pester Al Fauzan Lumajang Resmi Ditetapkan Sebagai MA Plus Keterampilan oleh Kemenag RI

pesteralfauzan.com. Lumajang - MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang ditetapkan sebagai MA Plus Keterampilan oleh Kemenag Republik Indonesia. Penetapan ini berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam tentang penetapan MA Plus Keterampilan Tahun 2020 nomor 2851 tahun 2020. Berdasarkan SK Dirjen tersebut, MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang ditetapkan sebagai MA Plus Keterampilan pada program keahlian Teknik Pengelasan dan Tata Busana. 
Penyerahan SK MA Plus Keterampilan
oleh Kepala Kemenag Lumajang

Tepat pada Kamis (27/08/2020), SK Dirjen Pendidikan Islam yang tertanggal 20 Mei 2020 tersebut diterima oleh Kepala MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang, Dr. Ny. Hj. Nur Ifadah, MA yang diserahkan langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang Drs. H. Mochammad Fahrurrozi, M.H.I.
Dalam kunjungannya, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang menyampaikan turut bahagia dan mengapresiasi atas program keterampilan di MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang.
"Ini saya lihat saya rasakan merupakan pesantren entrepreuner, jadi madrasah entrepreneur tidak saja mengajarkan teori tetapi sekaligus juga berbuah dengan hasil karya. Jadi tidak ada lagi kekhawatiran kepada orang tua, untuk menitipkan putra-putrinya di pondok pesantren ini, tidak hanya dapat dua kali, tapi dapat berlipat-lipat, mereka tampil menjadi sosok pribadi yang lengkap lahir dan bathin dunia dan akhirat". Ungkap kepala Kemenag saat mengunjungi bengkel pengelasan.

Selain itu, beliau mengapresiasi kepada alumnus MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang yang telah sukses menjadi pengusaha, entrepreneur yang telah berbaur dengan masyarakat.

"Begitu juga informasi yang telah saya buktikan, bahwa alumni Madrasah Aliyah Pesantren Terpadu Al Fauzan ini, telah mencetak kader-kader yang luar biasa di luar sana, mereka berbaur dengan masyarakat menjadi pengusaha, entrepreneur, menjadi pelaku-pelaku ekonomi yang tangguh. Sehingga tentunya selama berada di madrasah (red : Pester Al Fauzan) telah memberikan yang terbaik". Pungkasnya.
Kunjungan di ruang Tata Busana

Di lain tempat, kepala Kemenag Kabupaten Lumajang juga mengapresiasi kepada para santri yang mengikuti program keterampilan Tata Busana. Beliau menyatakan bahwa hasil karya santri program keterampilan Tata Busana layak untuk ditawarkan di dunia fashion.

"Saya melihat hasil karya mereka luar biasa, tidak kalah dengan desainer handal di luar sana, dengan kebanggaan dan keterampilan yang dimiliki mereka siap untuk bersama-sama menjawab tantangan masa depan, mereka siap dengan keahlian yang luar biasa, ini luar biasa, saya menyatakan ini sangat-sangat salut dan luar biasa bagus, layak untuk ditawarkan di dunia fashion". Ungkap beliau saat berkunjung ke tempat keterampilan Tata Busana.

Di sisi lain, Kepala MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang Dr. Ny. Hj. Nur Ifadah, MA berharap dengan ditetapkannya sebagai MA Plus Keterampilan, para santri akan mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. 

"Alhamdulillah, dengan ditetapkannya MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang sebagai MA Plus Keterampilan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, kami berharap para santri akan mampu bersaing di era revolusi industri 4.0, pasalnya mereka para santri tidak hanya berbekal ilmu pengetahuan saja, tetapi mereka lulus dari sini sudah memiliki keterampilan sesuai bidangnya masing-masing". Ungkapnya.



 


Sabtu, 15 Agustus 2020

Keren!!! di Pester Al Fauzan Lumajang Pemilihan Ketua OSIS Gunakan Sistem E-Voting

Pemilihan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau yang lebih dikenal dengan sebutan OSIM untuk madrasah merupakan agenda tahunan yang digelar oleh sekolah. OSIM bisa dibilang sebagai wadah pertama bagi siswa untuk mengorganisir anggota dan wadah kreatif siswa. Proses Pemilihan Umum (Pemilu) juga bagian dari politik dan demokrasi. Lazimnya, proses Pemilu di Indonesia maupun pemilihan OSIM di sekolah/madrasah, pemilih menggunakan hak pilihnya melalui proses pencoblosan kertas suara di bilik, memasukkan kertas suara ke dalam kotak suara hingga mencelupkan jari ke tinta biru.

Foto : Siswa melakukan E-Voting

Namun, tidak dengan MTs dan MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang. Sekolah yang berdomisili di bawah naungan Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang yang mewajibkan semua santri mukim/mondok di pesantren, tidak lagi menerapkan sistem pemilihan manual. Hal itu terlihat saat pemilihan OSIM pada Sabtu (15/08/2020). Tidak ada lagi kertas dan paku di bilik suara, yang ada hanya laptop di balik bilik.

Meski baru dilaksanakan untuk pertama kalinya dengan sistem E-Voting, pemilihan OSIM di MTs dan MA Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang lancar dan sesuai dengan target yang sudah direncakan.

"Alhamdulillah, pemilihan ketua dan wakil OSIM dengan sistem E-Voting tahun ini meski baru pertama kalinya, lancar dan sesuai dengan target, terima kasih atas kerja sama dari para santri yang menjadi panitia penyelenggara". Tutur Ustad Syaifuji selaku penggagas E-Voting di Pester Al Fauzan.

Praktik Pemilu OSIM dengan sistem digital ini, awalnya muncul dari keresahan dari panitia penyelenggara pemilu yang terdiri dari pembina dan anggota OSIM. Mereka resah dengan sistem pemilihan manual pencoblosan dengan kertas suara dan paku, memakan banyak waktu, tenaga dan biaya. Dengan sistem pemilu E-Voting, hasil suara bisa terpantau secara Real-time sehingga diakhir waktu pemilihan pemenangnya sudah bisa diketahui.

Sementara itu, kepala MTs Pesantren Terpadu Al Fauzan sangat mendukung pemberlakuan sistem digital pada pemilihan OSIM di sekolahnya. Hal tersebut agar para santri sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi digital pada kehidupan nyata. Beliau meyakini bahwa pada saatnya seiring dengan perkembangan teknologi, para santri akan banyak menemui sistem-sistem digital dalam kehidupannya termasuk diantaranya pemilu.

"Tentunya kita mau, para santri sudah mulai terbiasa dengan sistem digital karena ke depan perkembangan teknologi akan semakin cepat. Dengan begitu mereka para santri sudah terbiasa disini dalam penggunaan teknologi digital." Tuturnya, Ustdzah Naning Maryana, S.Pd.

Untuk menjalankan sistem digital seperti saat pemilihan OSIM kali ini, tentunya harus ditopang dengan fasilitas sekolah yang lengkap, diantaranya jaringan internet (Wi-Fi), laptop. 

"Alhamdulillah, kita sudah memiliki fasilitas yang lengkap untuk menerapkan sistem digital seperti E-voting". Tambahnya, Kepala MA Dr. Ny. Hj. Nur Ifadah, MA

Beliau menambahkan, sebelum menggunakan sistem E-Voting, disini para santri sudah terbiasa dengan sistem digital, diantaranya ujian semester dan kenaikan kelas dengan sistem CBT, pembelajaran dengan sistem E-Learning dan lain sebagainya. 

Senin, 06 Juli 2020

Guru Profesional : Kepala MTs Pester Al Fauzan Lumajang Jadi Tim Penyusun AKSI Nasional


Foto : Ustdzah Naning Maryana saat menjadi pemakalah
pada acara Simposium Guru Nasional
Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah mengumumkan hasil seleksi Tahap Akhir Tim Penyusun Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia di Madrasah (AKSI-Madrasah) pada tanggal 6 Juli 2020. Dalam surat tersebut, Ustdzah Naning Maryana (Kepala MTs Pesantren Terpadu Al Fauzan Lumajang) lolos menjadi tim penyusun AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa) Madrasah kategori literasi Numerasi bersama 20 peserta lainnya yang terbagi pada lima kategori yakni Literasi Baca, Numerasi, Sains, Sosial Budaya dan Survei karakter. 
"Alhamdulillah, lolos tahap akhir sebagai tim AKSI Madrasah, terima kasih doanya kepada Pengasuh pondok pesantren, para dewan guru dan para santri semuanya". Tutur Ustdzah Naning Maryana saat dihubungi via Whatsapp oleh tim media Pester Al Fauzan.
Pasca pendaftaran yang dibuka secara umum dan serentak ditutup pada 23 Juni 2020, seleksi AKSI Madrasah, dilakukan dalam 2 tahap via online atau daring. 
"Dari pendaftar yang tentunya diikuti oleh guru-guru madrasah se-nasional, tanggal 26 Juni 2020 diumumkan hasil seleksi tahap 1 kemudian dilanjutkan dengan seleksi tahap 2 via online pada tanggal 2 Juli 2020 kemarin". Tambah guru matematika yang juga sebagai Kepala MTs Pester Al Fauzan Lumajang tersebut.
Selanjutnya para peserta yang lolos sebagai Tim Penyusun AKSI Madrasah, akan mengikuti proses orientasi, Bimtek dan penyusunan instrumen yang akan diumumkan teknisnya lebih lanjut oleh panitia. 
Sebelumnya, Ustdzah Naning Maryana pernah menyabet gelar Juara 3 sebagai Kepala Madrasah Berprestasi se-provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 dan terpilih sebagai panelis dan pemakalah pada Simposium Guru Nasional yang diadakan oleh Kementerian Agama RI.

Surat pengumuman halaman 1
Surat pengumuman halaman 2